Aura emosi terlihat jelas dari wajah Erlan. Dia menuruni anak tangga dengan menghentak-hentakkan kakinya dengan keras. Sesampai di ruang keluarga, Erlan segera menghadap ibunya, lalu berkata, "Mami! Kenapa kamar ku jadi berpindah tempat? Kenapa malah dia yang menempati kamar ku selama ini?" bentak Erlan tidak suka kepada ibunya. Sementara Mitha hanya bisa menunduk. Lagi-lagi dia merasa ketakutan mendengar suara Erlan yang menggelegar besar, layaknya suara petir. "Lho memangnya kenapa, Lan? Mami sudah memutuskan, sebelum kalian resmi menikah. Mitha akan menempati kamar pribadimu. Untuk sementara kamar mu akan dipindahkan ke kamar tamu," ucap sang ibu, mencoba untuk bersabar menghadapi sikap anaknya. "Kok jadi gitu, sih Mi? Aku tidak mau!" tuturnya marah. "Ya kalau kamu tidak mau, sil

