"I ... iya, Mas." Lalu Mitha pun mulai memapah tubuh besar Erlan untuk melangkah menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas. Sementara Arjuna, baru saja sampai di sebuah tempat rahasia di pinggiran Kota Jakarta. Dia ingin menginterogasi pria yang telah menghadiahi bogem mentah di rahang kokoh milik sang sepupu, Erlan. "Siapa yang menyuruh Anda menghajar Tuan Erlan?" seru salah satu anak buah Arjuna. Namun orang itu, tidak mau mengatakan apa pun. Seketika Arjuna geram. Karena hampir sepuluh menit tidak ada jawaban apa pun dari orang tersebut. "Cepat katakan! Jangan sampai Bos Juna turun tangan menghajar Anda!" ancam anak buah Arjuna lagi. Namun orang itu, tetap tidak gentar. Dia terus saja diam dan tak bersuara. Hal tersebut malah membuat Arjuna menjadi geram. Dia terlihat membuka

