Erlan lalu masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan keras. "Sialan! Jadi benar dugaanku! Arjuna juga menyukai Mitha! Ini tidak bisa dibiarkan!" serunya marah dalam hatinya. "Yes! Akhirnya aku selamat dari terkaman Si Raja Hutan." ucap Dio sambil menghapus air matanya. "Untung saja, Bos Erlan tidak jadi melayangkan bogem mentahnya. Yang ada, pasti wajahku pada bonyok semua!" sedihnya tak tertahankan. "Aku harus cepat-cepat melupakan perasaanku yang salah ini, terhadap Nona Mitha." tekad Dio dalam hatinya. Dia pun kembali masuk ke dalam mobil. "Bos, kita berangkat sekarang?" tanyanya kepada sang atasan. "Nggak! Kita menginap saja, di sini!" "Hah? Maksudnya apa, Bos?" tutur Dio tak mengerti. "Jalankan mobilnya, telmi!" umpatnya. "Siap, Bos! Laksanakan." Dio pun mulai melaju

