"Wow, sang mempelai pria sudah bucin banget ya sama calon istrinya? Sampai senyum-senyum, begitu?" goda sang desainer kemayu itu, kepada Erlan Mendengar ucapan pria itu. Erlan segera mengkondisikan wajahnya, berubah menjadi garang. Namun tidak bisa. Yang ada malah wajahnya semakin berseri-seri. Untuk menghalau semua itu, Erlan lebih memilih untuk menundukkan kepalanya. Karena semua mata orang yang ada di ruangan itu, tertuju kepadanya. Tak terkecuali Mitha yang mulai mencuri-curi pandang ke arah Erlan. Mungkin saja untuk mencari kebenaran dari ucapan pria kemayu itu. Namun yang dirinya dapati, Erlan malah berwajah datar saat ini. Sejenak pandangan mereka beradu. Namun Mitha dengan segera menyudahi aksi saling tatap itu. Karena dia sudah berikrar dalam hatinya untuk mulai menekan peras

