Perut Erlan terasa begah, karena kekenyangan memakan semua masakan Mitha. "Boleh juga Lo, masaknya!" pujinya tiba-tiba, kepada gadis itu. "Te ... terima kasih, Mas." Mitha menjadi senang, karena calon suaminya itu memuji hasil masakannya. "Nah dengar kan, baik-baik. Aku punya tugas khusus untukmu!" "I ... iya, Mas. Apa itu? Sebisa mungkin aku akan melakukannya, jika aku bisa." Sahut Mitha lagi. "Enak saja! Tidak boleh ada penolakan! Lo harus bisa menyanggupinya. Katakan dulu jika kamu bisa melakukannya." tukas Erlan setengah memaksa. Mitha terdiam sejenak dan tidak tahu harus berkata apa kepada Erlan. Dia benar-benar bingung. Maksud dari perkataan pria itu kepadanya. "Hei! Kamu kok malah diam? Bisa nggak, kamu?" "Ta ... tapi, kamu menyuruhku melakukan apa dulu, Mas? Aku juga perlu

