"Kamu, ikut aku. Cepat!" ucap Erlan, lalu mulai melangkah dengan segera, dan tidak menghiraukan Mitha yang jalan sempoyongan mengikuti langkah panjangnya. "Mas ... bisakah kamu memelankan jalanmu? Kaki ku sakit, Mas." lirihnya sambil menahan rasa sakit di kaki dan juga jidatnya. "Kamu ini, sangat manja! Kurangi tuh sedikit gayamu! Jalan aja sangat pelan! Kayak siput saja!" kesalnya. "Kaki ku sedikit keselo, Mas. Aku bukannya sengaja berjalan lebih lambat." serunya mencoba untuk menjelaskan semuanya, kepada calon suaminya. Saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil. Erlan yang mengendarai mobil itu. Mitha yang duduk di sebelahnya, mulai merasakan jika jalan yang mereka tempuh bukanlah menuju ke rumah. Dia pun mulai bertanya kepada Erlan. "Mas, kita mau ke mana? Kenapa jalannya ber

