"Oh ya, ingat nanti siang memasak lah untukku!" seru Erlan mengingatkan Mitha. "Kamu mau dimasakin apa, Mas?" tanya Mitha kepadanya. "Apa saja, asal kan kamu yang memasak pasti enak!" puji Erlan. Mitha pun tersipu malu mendengarnya. "Hei! Kamu jangan geer, begitu. Aku hanya terpaksa memakan hasil masakanmu!" ketusnya kepada gadis itu. Baru saja senyum manis terbit di sudut bibir Mitha. Akan tetapi, dalam hitungan detik. Pria itu mampu membuat wajah sang gadis menjadi sangat cemberut. Karena keenakan dengan pijitan Mitha, membuat Erlan menjadi tertidur. Bunyi dengkuran kecil dari saluran pernapasannya mulai terdengar di dalam kamar itu. Mitha dengan pelan mulai turun dari atas tempat tidur. Setelah itu, dia pun menyelimuti tubuh kekar lelaki itu. Setelah Mitha rasa semua terlihat se

