Empat Puluh Satu

1406 Words

Bel unit apartemen Sabrina berbunyi ketika wanita itu sedang sibuk menyiapkan s**u untuk ia minum dan roti panggang untuk sarapan pagi ini. Sabrina sebenarnya cukup terkejut mendengar bel apartemennya berbunyi sepagi itu, apalagi karena ia tidak memiliki janji dengan siapapun untuk bertemu di waktu itu. Demi menghilangkan kebingungannya, Sabrina bergegas ke pintu apartemen dan membukanya. Ia tak melihat ada seseorang di depan pintu. Bahkan setelah melihat ke lorong kanan dan kiri pun, ia tidak menemukan siapa-siapa. Lorong lantai itu sepi karena memang ini masih sangat pagi untuk beraktivitas di luar. Ketika hendak masuk, Sabrina menatap sebuah kotak yang terletak di depan pintunya dan mengambilnya tanpa ragu. Mungkin memang seseorang telah datang tadi untuk mengantarkan kotak itu pad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD