Mantan Suami yang Curiga

1091 Words

Jonathan menarik kursi dengan gerakan yang nyaris tanpa suara, lalu duduk tepat di samping ranjang Zee. Di bawah cahaya lampu bangsal yang temaram, wajah Zee tampak begitu pucat dan rapuh. Zee masih tertidur dengan nyenyak, sisa-sisa kelelahan hebat masih membekas di raut wajahnya. Dengan tangan yang gemetar, Jonathan mengulurkan jemarinya. Ia membelai pipi Zee dengan sangat lembut. “Zee… maaf.” Suara Jonathan terdengar sangat lirih, sebuah bisikan yang penuh dengan penyesalan yang membakar d*danya. Jonathan menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang hancur. “Aku akan menyelesaikan semuanya… aku janji… semuanya akan baik-baik saja Zee,” ucap Jonathan kembali. Kalimat itu lebih terdengar seperti sumpah yang ia bisikkan pada dirinya sendiri. Tiba-tiba, Jonathan merasakan getaran halus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD