Ratu Sandiwara

1068 Words

“Anak itu—” Jonathan menggantung kalimatnya. Tatapannya menghujam tajam, seolah kata-kata yang akan ia lontarkan selanjutnya adalah vonis mati yang tak terbantahkan. Keyakinan mutlak terpancar dari rahangnya yang mengeras. Namun, udara yang baru saja ia hirup untuk bicara mendadak tersedak oleh pekikan histeris. “Sella!” Suara Marlina melengking tinggi, membelah ketegangan. Tepat di samping Jonathan, tubuh Sella limbung. Gadis itu ambruk begitu saja seperti boneka tali yang diputus senarnya. Jonathan tidak terkejut. Alih-alih panik, ia justru membuang napas kasar melalui hidung, sebuah dengusan sinis yang nyaris menyerupai seringai. Baginya, adegan ini sudah ia hafal selama mereka menjalin kasih bertahun-tahun, trik yang sama yang selalu Sella lakukan saat terdesak. “Jo! Kenapa kau d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD