Bab 43

1981 Words

Melalui cermin, Clara melihat lehernya sudah kembali seperti semula. Tanda merah yang biasa orang-orang sebut kiss mark sudah hilang sepenuhnya sehingga ia tidak perlu mengenakan pakaian yang bisa menutupi bagian itu lagi. Jujur saja ia malu sehingga beberapa hari ini terpaksa menutupinya. Ia tidak mau Lidya sampai melihatnya lalu berpikir yang tidak-tidak. Walau bagaimanapun, Lidya tidak sepolos itu. Justru, sepertinya wanita itu lebih berpengalaman darinya. Ah, memikirkannya membuat Clara jadi teringat lagi pada kejadian di ruang karaoke. Padahal kejadian itu sudah berlalu dan tanda merahnya pun sudah hilang. Kenapa sensasinya masih terbayang sampai sekarang? Tuh kan, sekarang Clara kembali merinding! Mungkin pagi itu, saat Revan menyatakan perasaan pada Clara, adalah terakhir kalinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD