Nina terserang stroke ringan, ia tidak bisa berbicara dan berjalan. Tapi dokter mengatakan bahwa itu tidak akan berlangsung lama, dalam waktu kurang dari sebulan dengan terapi yang dilakukan maka Nina akan pulih seperti semula. Tapi penjelasan itu tidak membuat Melisa merasa tenang sepenuhnya, ia sedih melihat keadaan ibunya sendiri. Melihat tubuh Nina yang berbaring tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit membuat Melisa merasakan sensasi takut kehilangan yang luar biasa. Melisa takut jika ibunya itu akan meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Meski Nina sering kali memperlakukannya dengan kasar tapi wanita berumur itu tetaplah ibunya, Melisa tetap menyayangi Nina dengan segenap jiwa dan raganya. Marwan pun tidak dapat menyembunyikan kesedihan dan kekhawatiran akan keadaan istr

