Lima puluh tiga

1237 Words

H a p p y R e a d i n g A n d E n j o y, G u y s! -D e m i K i a n- Di ruang keluarga yang sunyi malam itu, ayah dan mama menatap anak gadisnya dengan tatapan tak mengerti. Beberapa kali ayah tampak menghela napas pendek setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Kinan. Hanya ada suara detak jarum jam yang mengisi kekosongan dalam rumah yang mulai menghangat bagi penghuninya tersebut. Namun, kehangatan itu tak sampai pada hati Kinan. Wanita paruh baya yang sekian lama jauh dari anak gadisnya itu duduk tepat di sebelah Kinan. Tangan hangatnya sibuk membelai kepala Kinan dengan lembut. "Maafin Mama, Sayang." Mama berucap pelan. Penuh sesal seperti pada awalnya. Merasa amat sangat bersalah karena berpikir bahwa selama ini Kinan sudah baik-baik saja, sebaliknya. Cewek itu han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD