Tigapuluh sembilan

2613 Words

Happy reading! -D e m i K i a n- Berdiri di balik jendela kaca, tepat di dalam kamar abu-abu. Matanya sembab, kedua pipi yang masih basah meninggalkan jejak-jejak air mata. Rambut panjang yang biasanya tersisir rapi, kini terurai kusut. Ia Kian. Terdiam sendiri di dalam kamar yang tidak sepenuhnya gelap. Menghirup dalam aroma yang sekarang sangat ia rindukan. Sudah lima hari semenjak Kian tidak menikmati telur ceplok buatan Kinan. Lapar pun Kian abaikan malas turun ke bawah karena memang tidak ada orang di sana selain dirinya sendiri. Jiakalau pun ada, Kian bimbang. Harus bersikap seperti apa menghadapi kenyataan yang jelas telah membuatnya tidak lagi mampu mencerna. Seorang pendatang baru yang tidak benar-benar baru dalam hidupnya. Seseorang yang datang menorehkan tinta lain di atas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD