Enambelas

1907 Words

Seberapa kuat aku? Hanya seperti kelopak bunga yang diterjang angin kencang. Hanya sekuat itu aku di mata Tuhan. Hanya sebauh kelopak yang terlepas dari tangkainya. Sendiri, terombang-ambing di bawa angin. Jatuh tersungkur dalam kehidupan katanya adalah perkara biasa. Hingga dari waktu ke waktu, kejatuhan membuat aku takut untuk bergantung pada orang lain. Dan, pada akhirnya hanya pada Tuhan aku melepaskan segala keluhan. Kupikir mudah. Ternyata, hampir saja aku menyerah jika itu bukan kamu. Semua hal positif yang terjadi adalah karena kamulah orangnya. Sebaliknya, segala keburukan dan kekeliruan yang terjadi. Itu karena akulah orangnya. Yang tak bisa menjadikanmu lebih kuat. Kupikir aku mampu, ternyata..., Batinku cukup rapuh di waktu-waktu tertentu. -Kinanti Azraina. Mendung teb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD