Empatpuluh sembilan

1090 Words

Happy reading, guys! -D e m i K i a n- Baik Kinan dan Kian tengah sibuk memainkan ponselnya di ruang tengah. Tepatnya di depan televisi yang sedang menyala, tetapi tak dianggap sama-sekali oleh kedua remaja ini. Kinan asik bertukar pesan dengan kedua temannya, siapa lagi jika bukan Putri dan Dea yang asik membahas tentang wacana mereka untuk nongkrong. Sebab sejak kemarin-kemarin mereka hanya merencanakan hal ini dan belum sempat melakukannya. Maka dari itu, hari ini ketiganya setuju untuk keluar dan berkumpul di salah satu kafe hanya untuk sekedar berbincang. Ya, setidaknya hal baru yang akan Kinan alami bersama teman temannya. "Kamu yakin nggak apa ditinggal sendiri?" tanya Kinan. Mungkin sudah yang kesepuluh kalinya, sampai gadis yang rambutnya diikat cepol ke atas itu menatap kaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD