Bab 44

1628 Words

Dahi Alzio berceceran keringat menetes, ia duduk sambil memandangi Shella yang terikat di kursi kayu sebuah gudang lama yang sudah tidak terpakai. Jika selama ini Zio selalu tampak dewasa, bahkan setiap mengambil keputusan dengan hati yang dingin. Tapi kali ini ia melakukan sesuatu menggunakan logikanya. "Lepaskan aku! Lepaskan!" terdengar teriakan Shella mengamuk, namun Zio hanya tetap memperhatikannya. "Apa yang kau inginkan?" lanjut wanita itu berusaha memberontak. "Dulu aku hanya membuat kau di penjara, dan sekarang justru membalasnya dengan Dio. Apa salah Dio?" Shella menatap tajam Alzio, ternyata kedua kakak adik ini tidak jauh berbeda. "Lalu kau ingin penjarakan aku lagi." Alzio bangkit dari duduk sambil memghamburkan senyum sinisnya kearah perempuan yang sudah membuat adiknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD