Pagi hari Aldio sudah berada di jakarta, ia masuk ke lorong perusahaan Zalfahri group. Rasanya sudah lama pria itu tidak menginjakkan kakinya di kantor tersebut. Semalaman Aldio memikirkan, apakah rencananya dan Alzio akan berhasil tanpa membuat Rey curiga. Ketika memasuki ruangan Alzio sudah ada Rey dan Nina. "Selamat pagi, Pak Rey. Apakah sudah lama?" sapa Alzio sekedar basa-basi. Aldio berdiri dibelakang saudaranya, benar-benar seperti pengawal. "Tidak juga. Perusahaan anda sangat nyaman." Alzio mendarat di sofa ruangan berhadapan dengan mereka. Tentu saja nyaman, perusahaan ini usaha kerja keras ayahku sendiri. Aldio berceletuk dalam hatinya sendiri. Ia menatap sinis Rey, ketika pria itu dengan berani mengenggam tangan istrinya tanpa beban, tapi dia harus tetap menahan amarahny

