Tak terasa usia kandungan Nina memasuki sembilan bulan. Nina mulai sulit bergerak, dari dirinya duduk sampai berdiri napasnya sudah terengah-engah. Untung ada Aldio yang selalu siaga menjaganya, tambah lagi ada Namira yang kembali ke jakarta hanya untuk menemani Nina nantinya bersalin. "Nina, ini s**u kamu minum dulu." Namira menghampiri Nina yang sedang duduk bermalasan di atas sofa. Nina tersenyum melihat wanita paruh baya itu begitu perhatian dengannya "Makasih ya, Bun. Hemm.. Ayah gak papa bunda tinggalin lama-lama." Namira menggeleng sambil tertawa kecil. "Mana mungkin ayah marah, kamu itu anak ayah dan bunda. Dulu waktu kelahiran Dini, bunda gak disamping kamu setidaknya sekarang bunda bisa temani kamu." Nina langsung meneguk susunya hingga tandas. "Sebentar lagi bunda tambah s
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


