“Ma... apa Ayik bisa sekolah?” Aarick bertanya. Mela memandangi wajah Aarick, ia lalu tersenyum. “Tentu, Aarick sebentar lagi akan sembuh dan setelah itu Aarick akan sekolah,” jawab Mela. “Kapan Ayik akan sembuh?” tanya Aarick pelan. Mela mengangkat tangan, mengusap lembut pipi Aarick. “Sebentar lagi,” jawab Mela dengan mata yang berkaca-kaca. “Aarick mau keliling?” Mela berdiri, kebetulan matahari sudah beranjak ke arah barat, sinarnya juga sudah meredup. “Mau,” jawab Aarick dengan pelan. Mela membawa kursi roda Aarick dan mendorongnya untuk berkeliling, rumah mereka tidak besar, halamannya juga tidak terlalu luas namun cukuplah bagi Mela untuk membawa Aarick sekedar menukar pandang dan menghilangkan rasa bosan ketimbang duduk dan tiduran saja di kamar. Aarick cukup senang di b

