Sore yang indah dan seru, Quinza datang bersama Indy dan Boy. Reyna senang akan kehadiran mereka bertiga. Dia terkesima melihat kepang rambut panjang Quinza dengan pita warna-warni yang sangat rapi. “Kok? Suka kepang begini? Kalo Mama yang kepang suka nggak mau,” protes Reyna. “Kepangan tante Indy lebih keren, Mama.” Reyna tertawa kecil, senang dengan keakraban Quinza dan sahabatnya. “Dedek Zefarino mana, Ma?” tanya Quinza. Indy dan Boy juga memasang wajah tanya. Saat mereka baru saja masuk kamar inap, mereka hanya mendapatkan Reyna bersama seorang suster yang sedang membersihkan tempat tidur dan tubuh Reyna yang masih lemas. “Lagi dimandikan sama papa,” jawab Reyna dengan senyum hangatnya. Indy dan Boy saling pandang. “Pak Dewa mandiin Zefarino?” tanya Indy dengan wajah tak percaya.

