Reyna menyenderkan tubuhnya di balik pintu apartemennya setelah kepergian Sander, merasa sesak di dadanya karena kembali mengenang kebersamaannya dengan Sander, dari sejak bertemu pertama kali di kantor Dewa dan Sander yang menatapnya hangat dan tajam. Lalu, di saat dirinya merasa sangat galau akan perasaannya terhadap Dewa, Sander pun memberinya perhatian. Jika dibandingkan dengan Dewa, kepribadian Sander memang jauh lebih baik, bahkan dia sampai berangkat menuju Inggris hanya karena ingin tahu kabarnya saja. Sekuat tenaga Reyna menahan tangisnya, matanya terpejam, berusaha menguatkan hatinya, memantapkan tekadnya, bahwa hidupnya bukan hanya soal asmara, dia tidak boleh membiarkan dirinya merasa gelisah dan resah, juga Quinza yang masih sangat membutuhkan perhatiannya. Reyna menghela na

