Sambil berpelukan, keduanya semangat saling melumat, menghisap lidah bergantian dan menggigit bibir. Reyna mendesah nikmat merasakan remasan lembut tangan Dewa di kedua d**a kembarnya. “Hmm … oooh, ini enak sekali, Dewa,” desah Reyna. Mendengar racau Reyna, Dewa menurunkan satu tangannya ke bawah dan menyentuh milik Reyna yang ternyata sudah basah. Dia membalikkan tubuh Reyna menghadap dinding kamar mandi, lalu bergerak menekan sambil mengarahkan senjatanya ke dalam tubuh Reyna. “Oh, enak, Reyna. Oouh, hmmm. Aku sangat menginginkanmu, Reyna.” “Iya, Dewa. Aku juga menginginkanmu. Hmmm.” Reyna memutar kepalanya ke belakang ingin Dewa melumat bibirnya. Dewa melumatnya beberapa saat, lalu mulutnya menghisap leher Reyna sehingga Reyna mengerang nikmat. Sambil memegang pinggang ramping Reyn

