Setelah makan sore itu, Reyna dan Dewa duduk-duduk santai di ruang tengah apartemen, sambil menikmati makanan penutup, berupa puding dan potongan buah. “Sander dan Felisha sedang berbulan madu,” ujar Dewa membuka pembicaraan. “Oh ya? Aduh senangnya, akhirnya mereka pergi bulan madu juga. Kasihan juga kalo berlama-lama sedih.” “Iya, Reyna.” “Apa mereka menyewa resort yang sama dengan yang tempat bulan madu kita?” tanya Reyna. “Sepertinya nggak sama, tapi sama-sama menghadap laut lepas.” Reyna sudah menghabiskan makanannya, dia mendekap lengan Dewa dan menggelayut manja. “Jadi ingin bulan madu lagi. Aku masih ingat indahnya bulan madu kita di sana.” Dewa terkekeh. “Boleh saja, nanti setelah kamu melahirkan kita rencanakan.” Reyna menggeleng tertawa, “Itu terlalu cepat, Dewa. Aku haru

