72.

1322 Words

Sinar matahari menyelinap masuk dari sela gorden yang sedikit tersingkap. Cahaya itu mulai mengganggu tidur nyenyak dua insan yang sedang berpelukan. Baik Minzy maupun Marvi, keduanya mulai mengerjapkan mata dan mengalingkan selimut yang telah menghangatkan mereka sepanjang malam. Hoaaam ... Bukannya turun dari atas tempat tidur, Marvi malah memeluk tubuh Minzy. "Vi, lepas," pinta Minzy. "Emh, no ... 5 menit lagi aja ..." Kata Marvi. Minzy melepaskan tangan suaminya itu dengan sedikit paksaan. "Yaang, kok dilepas sih?" Protesnya dengan suara serak khas bangun tidur. Deep voice yang dimiliki Marvi semakin terdengar seksi setiap pagi atau kapanpun pria itu bangun tidur. Meskipun begitu, Minzy tidak peduli. Saat ini, ada sesuatu yang membuat perutnya tidak nyaman, rasa mulai yang memin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD