Hari ini, Hayden akan melakukan pengecekan kondisi tubuhnya pasca sadar dari koma. Bersama Alaya yang tetap setia menemani dirinya. Mereka menggunakan mobil milik Alaya, dan sampai di rumah sakit beberapa menit setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh dari rumah. Alaya bahkan mengantarkan Hayden sampai di dalam ruang pemeriksaan.
Di sana, seorang dokter dibuat terkejut dengan kondisi kaki dan tangannya yang pulih dengan cepat. Seperti sebuah keajaiban, Hayden bahkan bisa melakukan perjalanan jauh setelah ini. Hanya saja, kesembuhan Hayden tidak membuat Alaya cukup senang. Wanita itu tidak ingin suaminya meninggalkan dirinya hanya untuk pergi ke Inggris dan mencari tahu mengenai kehidupan lamanya.
Setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter yang ada di ruangan depan. Sekarang Alaya dan Hayden akan menuju ke dokter yang menangani masalah ingatan milik Hayden. Lagi … dokter itu menjelaskan pada Hayden jika dia kini hidup sebagai seorang pria bernama Hayden dan memiliki seorang istri. Bahkan dokter itu juga menunjukkan pada Hayden mengenai lamanya dia tiada sejak saat itu.
“Kemungkinan besar, tubuh ini adalah reinkarnasi dari dirimu pada masa lalu. Tetapi, kau harus tahu … Tuan Hayden memiliki keluarga yang memerlukan penjagaan, kasih sayang, dan perhatian darinya.”
“Aku tidak akan berdebat lagi dengan dirimu, dokter. Karena aku tahu kau pasti akan menjelaskan hal ini lagi padaku. Meski aku bukanlah diriku yang dulu, setidaknya aku harus memastikan sendiri mengenai garis keturunanku di Inggris. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku saat itu. Karena aku yakin, ada yang mencoba untuk membunuhku saat itu, dan rencananya berhasil,” jelas Hayden.
“Tuan Hayden –“
“Cole Riddle, dokter. Itu namaku.”
“Baiklah, Tuan Cole. Aku tidak akan memaksamu lagi, hanya saja … kau bisa memulai semua ini dari awal, berikan kesempatan pada istrimu. Berikan dia ruang untuk bisa ada di hatimu lagi.”
“Entahlah … aku akan mencobanya.”
“Bagus sekali, Tuan Cole.”
“Baiklah, terima kasih atas bantuanmu, dokter. Aku permisi.”
Hayden berdiri dan keluar dari ruangan itu. saat berada di dalam ruangan itu, Alaya ada di luar menunggunya hingga selesai. Alaya menatap wajah Hayden yang terlihat kesal, dan dia tahu pasti semua itu karena penjelasan dokter yang tidak masuk diakalnya.
“Apa yang dikatakan dokter itu, Cole?” tanya Alaya.
“Dia menjelaskan lagi mengenai keluargaku yang ada di Inggris dan dia seperti menjadi guru untuk menyuruh aku membuka pikiran dan hati mengenai dirimu dan Judith,” ujar Hayden.
“Cole, aku yakin … suatu saat, kau akan kembali padaku.”
“Entahlah … aku harap, kau tidak menaruh harapan itu padaku.”
Alaya tersenyum, mereka kembali berjalan menuju ke area parkir rumah sakit. Alaya kembali berada di balik kemudi, dan mereka menuju ke rumah.
Selama perjalanan, mereka tidak berkata apapun. Hayden hanya menatap keluar jendela menikmati pemandangan kota Moskow. Sedangkan Alaya sendiri fokus pada jalanan yang padat di depannya. Tiba-tiba saja ponsel Alaya berdering, wanita itu meraih earphone dan memasangnya di telinga kiri.
Alaya berbicara dengan seseorang di seberang sana, terlihat sangat akrab bahkan mereka akan bertemu dalam beberapa jam lagi. Semua percakapan itu terdengar jelas di telinga Hayden, hanya saja … pria itu tidak menanggapinya.
“Cole, aku ada janji setelah ini. Apa … kau akan baik-baik saja di rumah sendiri?” tanya Alaya.
“Tidak masalah, aku akan dirumah saja.”
“Baiklah.”
Sampai di rumah, Hayden masuk ke dalam kamar, sedangkan Alaya bersiap untuk pergi menemui temannya. Judith ada di rumah neneknya, sehingga tidak akan pulang hari ini.
Setelah kepergian Alaya, Hayden terlihat duduk di balkon dengan menikmati the hangat yang disiapkan oleh pelayan di rumah itu. Ada banyak sekali hal yang dipikirkan oleh pria itu, dia tidak bisa menelaah satu persatu mengenai kehidupan saat ini.
Sampai akhirnya, Hayden mencoba menggunakan ponsel seperti yang sudah diajarkan oleh Alaya sebelumnya. Hayden menekan beberapa ikon di sana, hingga menemukan tanda G dan Hayden mengetik mengenai renkarnasi juga kehidupan masalalu.
Di sana menjelaskan jika seseorang yang sudah lama tiada dan kembali lagi pada tubuh lain. Itu dinamakan sebuah renkarnasi. Dan Hayden mengalami hal itu saat ini, jiwa dari Cole Riddle masih tidak percaya jika dirinya di masalalu telah tiada dan tidak bisa lagi kembali. Tetapi, karena saat ini dia kembali hidup dalam tubuh pria yang bernama Hayden. Cole ingin membuktikan sendiri jika dirinya memang sudah sangat lama tiada.
“Aku yakin, aku bisa menemukan pelaku yang sudah mencoba membunuhku saat itu,” ujar Cole.
Dia kembali melihat pada ponselnya, dan tanpa sengaja membuka ikon gallery. Di sana ada banyak sekali foto antara Alaya dan dirinya. Mereka nampak sangat bahagia sebelum ini, da nada pesan di ponsel itu yang masih tersimpan. Cole atau Hayden membaca semua pesan yang ada di ponselnya, dia pun memutuskan untuk memberikan kejutan pada Alaya malam ini.
“Setidaknya … aku melakukan ini demi dia yang sudah mau menerima diriku di rumah ini,” ujar Hayden.
Pria itu menghubungi restoran yang ada di kontak ponselnya. Menyuruh seseorang untuk mempersiapkan sebuah hidangan lezat dan diantarkan ke rumah itu. Hayden meraih dompet miliknya dan menemukan ada banyak sekali uang di sana. Bahkan, di dalam dompet itu ada foto dirinya bersama Alaya. Hayden hanya menatapnya sekilas, lalu menutup kembali dompet itu.
Tidak hanya makanan, Hayden juga memesan buket bunga yang sangat cantik untuk Alaya. Dia menemukan foto, di mana Hayden memberikan bunga mawar merah. Dan semua telah siap tepat sebelum Alaya menghubungi Hayden sedang dalam perjalanan pulang.
Hayden berdiri di depan pintu masuk. Dia menyambut Alaya di sana dengan buket bunga di tangannya. Hayden tersenyum dan memberikannya pada Alaya. Hal itu membuat wanita yang menantikan suaminya berpikir jika Hayden suaminya telah kembali. Tetapi, pada kenyataannya … Hayden suaminya belum kembali seperti dulu.
“Aku melihat ini dari ponsel. Aku harap kau tidak terlalu berpikir jika ingatan suamimu kembali, tidak. Aku hanya mencoba membuat kau merasa jika dia ada di sini,” ujar Hayden.
“Terima kasih, aku akan ke kamar dulu.”
“Berpakaianlah yang indah, aku menunggu di ruang makan,” ujarnya kemudian.
“Aku mengerti.”
Alaya berjalan ke dalam kamar dan meneteskan airmata. Hanya dengan tindakan seperti ini saja, dia sudah sangat bahagia.
“Hayden … aku harap, di alam bawah sadarmu … kau selalu mengingat siapa aku,” ujar Alaya.
Alaya mengenakan gaun hitam yang dulu pernah dikenakannya bersama Hayden. Dia duduk di kursi yang ada di seberang Hayden, dan memulai acara makan malam romantis itu.
Selama kegiatan itu berlangsung, mereka terlihat diam dan menikmati makanannya. Sampai akhirnya Hayden mengatakan pada Alaya akan segera pergi ke Inggris. Hati Alaya kembali tersayat, kali ini dia tidak bisa menahan kepergian pria itu.
“Apa kau akan kembali?” tanya Alaya.
“Entahlah … apa kau akan memberikan kesempatan padaku jika aku kembali?” tanya Hayden.
“Rumah ini, aku, dan Judith … akan selalu menunggu kedatanganmu.”
“Terima kasih, aku tidak akan melupakan itu.”
Sampai di akhir acara makan malam itu, mereka menikmati wine special yang dipesan Hayden. Keduanya duduk di ruang santai rumah, menghabiskan waktu dengan bercerita tentang masa-masa mereka dulu. Alaya dengan cerita mengenai bertemunya dia bersama Hayden, sedangkan Hayden sendiri menceritakan masa lalu saat masih menjadi seorang Pangeran ke tiga.
Memiliki masa lalu sendiri-sendiri adalah hal yang wajar, hanya saja … tubuh dan jiwa yang saat ini ada di hadapan Alaya, bukanlah jati diri sesungguhnya. Rasa kecewa dan juga penyesalan muncul dalam diri Alaya, mengapa saat itu dia menyuruh Hayden untuk bergegas kembali?