Bab 40

1271 Words

Hari ini sangat melelahkan! Malika akhirnya bisa melalui hari dengan aman. Meski kaki dan tangannya terasa pegal, tapi wanita itu bersemangat pulang ke rumah. Nazmi sudah berjanji untuk membawanya pergi membeli sepatu baru. Senyuman yang terpancar dari bibirnya spontan menciut lagi saat melihat mobil Raima ada di rumahnya. Malika pun pupus harapan untuk mendapatkan perlakuan hangat dari suaminya. Malika mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Nazmi menjawabnya sambil memakan keripik bersama Raima. “Thara, kau mau?” tawarnya. Malika melihat dia dan Raima sudah baikan. Malika menggeleng dingin kemudian berjalan ke arah kamarnya. hembusan nafasnya terdengar berat, tapi tidak akan terdengar oleh suaminya karena mereka sedang menonton dan tertawa bersama. Malika duduk di tempat tidur. Memu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD