Angela mendengar suara langkah kaki itu semakin dekat. Dan dengan kekuatan penuh, ia keluar dari persembunyiannya dengan melayangkan bogemnya kepada orang itu. Tetapi sialnya pukulannya di tahan oleh telapak tangan besar orang itu membuat Angela semakin tak berdaya. ‘Ternyata dia dengan mudah menahan tinjuku. Habislah aku!’ batin Angela memejamkan matanya dengan tubuh bergetar. “Angela jangan panic, tenanglah. Ini aku.” Deg Angela sangat kaget saat seseorang menarik tubuhnya ke dalam pelukan hangatnya. ‘Suara ini…” “Jangan takut. Aku sudah ada di sini,” serunya. ‘Regan Danial…’ Angela melepaskan pelukannya dan menatap pria di depannya. Dia benar-benar adal

