Angela merasakan tubuhnya terbakar. Ia sangat kaget saat melihat sekelilingnya di penuhi dengan kobaran api yang sangat besar. Di depannya terlihat Ibunya berteriak meminta tolong dengan tubuh yang terbakar api. “Ibu… Ibu!” Angela ingin menghampiri Ibunya tetapi langkahnya terbatas karena api berada di mana-mana. “Ha…ha…ha…Ha…” tawa itu mengalihkan perhatian Angela. Ia menoleh ke sumber suara itu. Deg Wajah Angela berubah memucat, wajah itu, pria itu. Orang yang baru ia temui beberapa jam lalu. Pria yang sudah menghancurkan hidup damainya bersama sang Ibu. Pria yang sangat keji dan tega membakar Ibu nya hidup-hidup. Pria itu terlihat tertawa puas melihat ke arah Anne. Pria itu mengatakan banyak hal kepada

