Angela dan Regan sudah di tangani pihak rumah sakit. Regan tidak memiliki luka yang serius, berbeda dengan Angela yang perlu di rawat inap di sana. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Regan mengambil duduk di samping brankar Angela. “Aku tidak apa-apa. Mungkin tidak akan lama lagi luka-luka ini akan mongering dan tidak meninggalkan bekas,” seru Angela. Regan mengambil tangan Angela dan menggenggamnya erat. “Maaf karena aku tidak melindungimu dengan baik. Kamu harus mengalami hal mengerikan seperti ini,” seru Regan. “Ini bukan salah kamu. Lawan kita memang sangat berbahaya, dia seorang psikopat gila. Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi,” seru Angela terlihat ketakutan. Regan tersenyum melihat

