"Zev!" "Apa lagi?" "Semoga tidur nyenyak tanpa nyamuk, ya. Karena besok, jatah lo tidur di sofa." PIP Setelah mengatakan hal yang mengjengkelkan, Gezra langsung mematikan panggilannya. "Dasar Tengil Kutu Kupret Rese!" Ponselnya terlempar bersamaan dengan kekesalannya yang memuncak hingga ubun-ubun. "Kak?" "Apa?!" Seketika ia menjawab sapaan sang Adik dengan sinis. Membuat si gadis berumur tujuh belas tahun itu memutar bola matanya malas. "Galak banget jadi cewek. Untung udah laku. Kalau belum laku, nggak bakal ada yang mau," ledek Rora dengan menjulurkan lidahnya. "Berisik." Rora terkekeh pelan melihat Zevia menekuk mukanya masam. "Lo kenapa balik ke sini, Kak? Ada masalah sama Bang Gezra?" tanyanya. "Letak masalah bukan di Gezra doang, sih." Mendengar jawaban sang Kakak,

