Tidak ada yang memprotes keputusan Elvira yang ingin melakukan tes DNA, bahkan Shaka sekali pun. Sebab Shaka sendiri juga menginginkan kebenaran mutlak. Setelah mengambil sampel DNA milik Shaka dan Bayu, dokter segera menghubungi pihak laboratorium, untuk dicocokkan dengan sampel milik Nirvana. Tiga hari berselang sejak pengambilan sampel, pihak rumah sakit mengabarkan jika hasil tes telah keluar. Kini semua orang telah menunggu di poli genetika dengan harap-harap cemas. Bayu bersandar di dinding lorong dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya saling menggenggam erat, berusaha menekan rasa gugup yang mendera. Di sisi lain, Shaka tampak terduduk di sebuah kursi tunggu. Rahangnya tampak mengeras. Matanya menatap datar, lurus ke depan seolah tengah memfokuskan pandangan pada satu tit

