Bab.35 Ciuman Yang Memabukkan

814 Words

Pagi berikutnya datang dengan cahaya yang lembut, menyelinap di sela tirai kamar. Inggrid terbangun lebih dulu. Ia menoleh ke samping, menatap wajah Seno yang masih terlelap, napasnya teratur, rautnya jauh lebih tenang dibandingkan lelaki yang dulu sering tidur dengan dahi berkerut. Ada rasa hangat yang mengalir di d**a Inggrid, perasaan sederhana, namun menenangkan. Ia bangkit pelan agar tidak membangunkan Seno. Di dapur, Inggrid menyiapkan sarapan dengan langkah ringan. Delon masih tidur, rumah terasa sunyi. Saat ia menuang kopi, sepasang tangan tiba-tiba melingkari pinggangnya dari belakang. “Pagi sayang,” suara Seno serak, hangat di telinganya. Inggrid tersenyum, refleks menyandarkan tubuhnya. “Aku kira kamu masih tidur, Mas.” “Aku kebangun karena kamu nggak ada,” jawab Seno jujur,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD