Bab.33 Kembali Harmonis

890 Words

Inggrid akhirnya menyerah pada pelukan itu, bukan karena tubuhnya kalah, melainkan karena hatinya lelah berperang. d**a Seno yang naik turun tepat di depan wajahnya mengirimkan aroma familiar, parfum yang dulu selalu membuatnya merasa pulang. Ia memejamkan mata sejenak, membiarkan dirinya merasakan detak jantung lelaki itu, meski masih ada bara amarah yang belum padam sepenuhnya. “Kamu tuh selalu gini,” gumam Inggrid lirih. “Kalau aku udah mau pergi, baru kamu panik.” Seno tersenyum kecil, namun matanya serius. Ia menggeser Inggrid sedikit agar bisa menatap wajah istrinya dengan jelas. “Karena aku bodoh. Karena aku terlalu yakin kamu nggak akan ke mana-mana. Dan aku salah.” Kalimat itu membuat Inggrid terdiam. Bukan karena manis, tapi karena jujur. Ia menarik napas panjang, lalu mendoro

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD