Bab.20 Pelukan Hangat Seno Di Dapur

1020 Words

Tiga bulan kemudian, setelah Inggrid keguguran. Kesehatannya berangsur membaik, dan Seno tidak lagi memperbolehkan dia bekerja lagi. Pagi itu, tepat pukul 06.00, Inggrid tengah menyiapkan beberapa sayuran dan daging untuk dimasak. Sinar matahari pagi mulai menembus jendela dapur, menciptakan suasana hangat yang menenangkan. Seno terbangun dari tidurnya. Rambutnya masih sedikit berantakan, matanya menyipit mencari sosok istrinya di samping tempat tidur. Kosong. Aroma masakan dari dapur menggoda indra penciumannya. Ia bangkit, mengenakan kaus tipis, lalu berjalan menuju dapur dengan langkah pelan. Pemandangan yang menyambutnya membuat napasnya tertahan sejenak. Inggrid berdiri di depan kompor, mengenakan kemeja tidur yang agak transparan dengan bagian kerah terbuka, memperlihatkan lekuk le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD