Sore itu, setelah mencium tangan uminya dan memeluk erat abinya, Yusuf mengarahkan pandangannya pada bayi kembar yang tertidur damai di dalam boks khusus. Arka dengan lembut mengangkat salah satu bayi dan menyerahkannya kepada Yusuf. “Inilah adikmu, Zaydan Khalif Arka,” ucap Arka penuh bangga. Yusuf menerima adik laki-lakinya dengan penuh kehati-hatian. Matanya berbinar melihat wajah mungil itu, lalu mengecup kening adiknya dengan sayang. Safiyah tersenyum haru. “MasyaAllah, lihat Abi… Yusuf sudah besar, sudah jadi kakak yang dewasa.” Arka menepuk bahu putranya. “Yusuf sekarang jadi kakak dari tiga adik, Nak. Rania, Zaydan, dan Nayla. Kamu anak sulung yang paling Abi dan Umi andalkan.” Yusuf menoleh ke arah adik perempuannya, Nayla Samira Arka, yang saat itu sedang digendong oleh peng

