Lampu-lampu kristal kamar hotel itu memancarkan cahaya lembut, menari di atas sutra seprai dan perabotan mewah yang memenuhi ruangan. Aroma bunga segar dari vas besar di sudut ruangan bercampur dengan wangi parfum Kinanti yang memikat. Setelah menikmati makan malam romantis dengan pemandangan kota yang gemerlap dari ketinggian, Arjuna dan Kinanti kembali ke suite mereka, aura keintiman yang tak terucapkan menguar di antara mereka. Arjuna menutup pintu dengan perlahan, lalu berbalik menghadap Kinanti yang berdiri di tengah ruangan, gaun malamnya yang berwarna anggur memeluk lekuk tubuhnya dengan indah. Matanya tak bisa lepas dari Kinanti, ada kekaguman dan hasrat yang membara di sana. "Sungguh malam yang indah," ujar Arjuna dengan suara rendah, mendekat perlahan. Kinanti tersenyum, matan

