Di bawah guyuran air hangat, Satria memeluk Alesha dari belakang, dagunya bersandar di bahu Alesha yang lembut. Tetesan air membasahi rambut mereka, mengalir di sepanjang punggung dan kaki. "Rasanya seperti di surga, Sayang," bisik Satria, suaranya dalam dan serak, memancarkan kepuasan. Ia memijat lembut pundak Alesha, merasakan setiap ketegangan yang luruh di bawah sentuhannya. Alesha mendesah pelan, menyandarkan punggungnya ke d**a Satria, membiarkan dirinya sepenuhnya terbawa oleh sensasi air dan dekapan suaminya. "Ini... sempurna, Arka," bisiknya, salah menyebut nama Satria dalam lamunan, namun segera meralat. "Maksudku, Satria. Aku merasa begitu damai dan bahagia bersamamu." Satria tersenyum, mengerti. Ia membalik tubuh Alesha perlahan, kini mereka saling berhadapan, mata bertemu ma

