Sinta POV. Setelah tau situasi yang terjadi antara papiku dan Rengga, kenapa ya mendadak aku kesal jatuh respeck atau simpatik pada Rengga, yang tipe lelaki pemikir. Sesuatu yang belum terjadi aja, sudah dia takutkan, padahal belum tentu kejadian. Jadi terkesan hati hati sekali, atau cari aman. Bagus sih di satu sisi, jadi waspada, tapi di satu sisi jadi terkesan plin plan. Kenapa Rengga tidak seberani Nino?, yang masa bodoh dengan apa yang akan terjadi di masa depan, yang penting untuk Nino apa yang dia jalani saat ini. Mungkin itu kenapa Nino santai aja menjalani hubungan cinta yang buat pusing dengan Noni karena Lampir ada di antara mereka. Atau sekonyol Obi, yang tidak perduli Karin menerima atau tidak kehadirannya, tetap aja maju bertahan, memilih berdoa supaya dia dan Karin berjodoh

