Koridor lantai empat puluh lima Menara Apartemen Blok E mendadak berubah fungsi menjadi ruang sidang terbuka kompleks. Vino berdiri tegap dengan posisi manekin hidup yang sangat berwibawa di tengah-tengah antara tiga pintu unit. Seragam birunya memancarkan aroma wangi pewangi setrika premium yang sangat pekat, kontras dengan bau keringat lorong. Di sebelah kanan Vino, Ujang berdiri sambil terus mendekap tongkat kasti kayunya dengan pandangan mata yang sangat awas. Tiga subjek hukum yang menjadi tersangka utama dalam misteri teror ojol subuh telah berdiri berjejer menghadap Vino. Pak Tono si tukang kebun berwajah keriput memakai caping bambunya, berdiri sambil memegangi gunting rumput raksasa. Di sebelahnya, Raya si anak kos gamer berdiri dengan mata panda yang sangat hitam karena kur

