Miya baru saja sampai di apartemennya, langsung saja Miya pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah. Tiba-tiba sepulang dari rumah orangtua Rean, Miya merasa pusing dan mual. Mungkin karena terkejut dan terlalu banyak berfikir. Tentu saja Miya marah, Miya dendam kepada semua orang yang telah membuatnya masuk kedalam pernikahan palsu ini. Tapi hati Miya terasa teriris, melihat tangisan sedih dari orangtua Rean. Mereka sangat kesepian, bahkan ketika Miya datang tadi, mereka terlihat sangat bahagia. Sekarang Miya tau, keluarga Rean tidaklah se-harmonis seperti yang dia kira. Bahkan Rean tidak pernah datang mengunjungi Ayahnya yang akhir-akhir ini terus sakit. Mungkin jika sosok Kakak Rean masih ada, kepribadia Rean tidak akan sekacau ini. "Hahh....." Miya menghela nafasnya panjang, lalu m

