Suara alarm, membangunkan Miya yang masih begitu mengantuk. Matanya yang berat, mencoba terbuka sambil menyesuaikan cahaya ruangan. Masih pagi, pikir Miya ketika melihat jam di ponselnya yang menunjuk 5:30. Miya melihat ke arah sampingnya, mencari keberadaan Rean yang ternyata tidak ada diposisinya. "Hmmh...." desah Miya sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Lalu, Miya memuka selimut tebal yang membungkusnya. Ternyata, Rean sudah memakaian Miya pakaian tidur yang nyaman. Beruntung, jadi Miya tidak terlalu malu saat bangun. "Good Morning, Sayang," sapa Rran yang masuk ke kamar sambil mengusap rambutnya yang basah. Rean baru saja selesai mandi dan langsung merokok ke balkon Apartemennya. Karena kasihan pada Miya yang kelelahan semalam, Rean jadi tidak tega membangunkan gadis itu. Ja

