Mulai Penasaran

1070 Words

Daffa mengerjapkan matanya kala sinar matahari menyapa menembus kaca jendela yang sudah tak berpenghalang kain horden. Sedikit mengumpulkan kesadarannya Daffa melihat ke arah samping namun tak ada sosok yang ia peluk semalam. "Di mana Sifa?Apa kemarin hanya mimpi?" Gumam Daffa,kemudian ia melihat sekelilingnya. "Ini bukan kamarku.." Daffa segera bangkit dan berlari keluar kamar. "Sifa.." Panggil Daffa "Sifa..." Daffa menuju dapur dan betapa leganya ia mendapati Sifa tengah membuat secangkir coklat panas. "Sayang..." Daffa memeluk Sifa dari belakang "Eh..."Pekik Sifa yang kaget dengan perlakuan Daffa. "Lepaskan pelukanmu tuan mesum.." dengus Sifa dengan kesal. Daffa melepas pelukannya "Kamu sedang apa?" "Kamu tak lihat?" Tunjuk Sifa pada mug yang berisi coklat hangat. Sifa memin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD