kepala tika terluka, ada apa dengan kepala tika?

5000 Words
sekarang saya sudah kelas tiga SD dan Wijaya kelas enam SD. sore hari saya membantu bantu ibu masak, ibu biar Tika yang giling cabenya yaaaa, Oya ini. Tika ini cabenya ibu mau mandi dulu iya, selesai masak saya mandi,, menunggu waktu magrib saya duduk santai dengan mendengarkan radio, tidak terasa saya sudah kelas tiga SD dan kakak ku Wijaya kelas enam SD, saya berangkat kesekolah bersama-sama begitu juga pulang sekolah. sampai disekolah saya duduk sejenak istirahat karena perjalanan ke sekolah sangat jauh kalau ditempuh dengan berjalan kaki, bel berbunyi saya masuk ke kelas, pada saat jam istirahat, Tika tolong ambilkan air minum di sungai? baik buk, saya pergi mengambil air di sungai di belakang sekolah untuk dimasak, cukup jauh mengambil air bersih untuk dimasak oleh ibu guru. dengan berjalan dari bawah dengan membawa ember isi air itu tidak lah mudah kadang air banyak tertumpah karena jalan yang licin dan tanjakan itu yang membuat air banyak tertumpah. haaaaa sampai disungai enaknya main air di cuaca panas gini, saya bermain air karena air nya bersih jernih jadi pengen mandi hahaha ketawa yang lainnya. serius lah enak mandi ini segar, sudah lama dari tadi ntar saya di marahi ibu guru, aku duluan ya kawan kawan, iya hati-hati Tika bawa air jalan licin, oke. Alhamdulillah sampai di atas walaupun ember sudah tidak penuh lagi yang penting airnya masih ada, tanya saya dalam hati. ini ibuk airnya? Oya Tarok saja disana iya. kemudian saya pergi belanja di kantin belakang sekolah, ibuk kantin menanyakan kepada saya, dari mana tadi Tika Oya tadi disuruh ibuk guru mengambil air, kalian sering disuruh guru mu sendiri kenapa tidak nolak jauh mengambil air dibawah? iya mau bagaimana lagi, jawab yang lainnya. iya saya kasihan lihat kalian disuruh gitu? biarkan lah jadi pahala jawab Tika. kami duduk di taman disekolah karena kecapekan dan kepanasan, segar duduk disini ada angin sepoi-sepoi gini, ayo kita masuk kelas lagi, belajar kesenian. belajar menggambar pemandangan, pewarna tidak ada bagaimana mewarnai, siapa ada bawa aku pinjam iya? iya sini lah kita bersama, saya bersama teman-teman duduk bersama kami saling meminjam dengan mewarnai gambar. ibu pergi kami bermain setelah menggambar, kita bermain jangan ribut-ribut ntar ibu guru masuk lagi ke kelas, kata mers, kami bermain sampai waktu pulang tiba. bel berbunyi yeyeeye kita pulang!. dalam perjalanan pulang kami berlari lari sambil bercanda gurau dengan teman-teman, kami kejar kejaran hahaha berlari lari..... Tika awas teriakan lainnya, saya terus berlari, aduh.. saya berdiri sedangan kepala saya berdarah, dara terus mengalir keluar, lalu keluar orang yang melihat saya berdarah, bawa ke rumah sakit sekarang itu darahnya banyak, aduhh kalian siapa yang melempar batu bata ini, dia om, sini kamu sekarang kamu bilang dengan orang tuamu iya, dan Tika kita bawa ke puskesmas terdekat sini saja biar cepat. ayo naik mobil Tika siapa yang nemanin Tika? aku mau pulang bilang ke ayah ibu om, Uda nemanin Tika, kata saya sama kakak ku wijaya. iya sudah Wijaya masuk ke mobil temani Tika yang lainnya sampaikan ke orang tuanya Tika kalau Tika terluka sekarang dibawa ke puskesmas, iya om. saya masuk ke mobil bersama Uda menuju ke puskesmas terdekat, saya hanya diam. Tika iya om kamu luar biasa dari tadi kamu diam saja tidak menangis om salut melihat kamu kuat. nah sudah sampai ayo Tika, saya menarik tangan Wijaya Uda jangan pergi iya, kata saya sama Wijaya kakakku. sini adek masuk sini nah baring sini iya? emang tidak sakit iya adek tanya ibu bidan, ia buk sakit tapi kamu tidak menangis dari tadi, luar biasa kamu kuat. di luar sana orang-orang ramai melihat saya terluka, tak lama kemudian datang paman saya yang pulang dari sawah naik ojek kemudian berhenti di puskesmas melihat orang ramai, paman masuk ke ruangan melihat ada apa ini ramai, Tika luka jawab yang lainnya. paman masuk astaghfirullah kamu Tika, iya paman. bagaimana buk bidan kepalanya tidak apa-apa? sudah pak tidak apa ini perlu dijahit saya pak, kata ibuk bidan. iya sudah dijahit lah itu ponakan saya buk tolong buk, iya pak. paman khawatir kepada saya takut terjadi sesuatu, saya melihat dari kaca melihat paman duduk menunggu. paman menanyakan kepada teman saya, kenapa bisa seperti ini, tadi kami berlari lalu ada yang melempar batu bata terus Tika lewat kena kepalanya. itu jangan lagi main lempar batu lagi dengar kalian? iya pak jawab teman saya kepada paman saya. Wijaya mana? tanya paman menanyakan kakak saya, tadi bukannya Uda ada diluar menunggu aku, tanya saya dalam hati. oooo wijaya pulang mau ngasih tahu ke orang tua nya pak, Oya sudah kita tunggu saja. luka yang cukup dalam jadi lam membersihkan darahnya. aduh lama kali buk bidan ini tanya saya dalam hati. bagaimana buk bidan? tanya paman, iya pak kita bersihkan dulu takutnya masih ada sisa-sisa pecahan batu bata nya pak jadi agak lama kita bersihkannya. bapak tenang saja dia tidak apa-apa pak?dia anak yang kuat, dia datang ke sini dia tidak menangis, dia diam saja. luar biasa adek ini kuat. kata ibu bidan menceritakan ke paman saya. lukanya cukup dalam ini pak,? tidak apa-apa bisa kita jahit, nah sudah selesai kan Tika. sudah buk iya sudah lihat di cermin sudah dijahit. paman menanyakan berapa semua buk biayanya orang tua nya tidak ada belum datang biar saya yang banyarnya. semua biaya sudah dibayar sama paman, lalu saya sama paman pulang berjalan kaki, sampai di simpang saya melihat itu ibu sama ayah, Tika gimana? paman langsung menjawab sudah kita pulang sekarang semua sudah saya tanggulangi, dalam perjalanan pulang ketemu orang yang lempar batu tadi menangis minta maaf, sudah Tika tidak apa-apa kata ayah saya. di menangis karena dimarahi orang tua nya. saya kasihan melihatnya, iya sudah saya tidak apa-apa. kami melanjutkan perjalanan, sampai dirumah saya makan lalu minum obat istirahat, tidak lama datang warga kerumah menjenguk saya. dirumah ramai dengan kedatangan warga dan tidak lama datang keluarga yang melempar batu bata kerumah. orang tua nya meminta maaf kepada orang tua saya atas kelakuan anak kami, tida apa-apa namanya saja anak sekolah kalau sudah bercanda gurau mereka lupa akan ada bahaya, kata ibu saya kepada keluarga yang melempar batu tadi. saya terbangun melihat orang sudah ramai dirumah. Tika sudah bangun, saya tidak terasa kalau orang sudah ramai, mungkin pengaruh obat ini nyenyak kali tidur ku, saya berkata dalam hati. kuat Tika ini iya tidak ada menangis, luar biasa,,,, sudah adzan magrib, saat makan malam, yuk makan lagi Tika makan boleh minum obat. besok libur lah kesekolah sampai tali jahitan kering kalau sudah kering baru boleh kesekolah, kata ibu. selesai makan saya minum obat kemudian saya tidur, bangun pagi saya sudah terbiasa mandi pagi, eeet Tika mandi hati nyuci muka tu, hari izin lah kesekolah, iya ibu heheee saya ketawa aku lupa kalau aku izin ibu, ya aku pelan-pelan nyuci mukanya. makan dulu setelah itu minum obat, baik ibu Tika pakai baju dulu. hari ini aku libur sekolah karena lukanya belum kering, aku harus sabar menunggu sampai lukanya kering, kata saya dalam hati sambil memandang duduk di jendela. ternyata saat hari tidak libur sekolah aku bosan dirumah, memang sekolah itu menyenangkan walaupun capek dengan berjalan kaki ke sekolah begitu juga pulang sekolah itu melelahkan tapi menyenangkan. aku istirahat dulu lah,,,, saat terbaring eeeeh datang amzal adik ku, aku bangun takut diganggu sama amzal, tidak jadi aku tidur ada b***k kecil ini hahaha, aku duduk dijendela,,,, capek deh! membosankan tidak bisa ngapa-ngapain. tapi demi kesembuhan aku sabar. *** sudah 4 hari tidak masuk sekolah membosankan, akhirnya baru dibolehkan ke sekolah lagi, boleh kan Tika ke sekolah besok ibu, boleh ada syaratnya kamu pulang jangan berlari lagi jangan bermain lempar batu kamu langsung pulang iya, iya Bu. pagi hari nya saya bersemangat untuk ke sekolah, hari aku sekolah yeyeeye. sudah makan lagi Tika obat jangan lupa diminum itu? iya Bu, pulang sekolah wijaya kamu jaga adekmu jangan lagi main main langsung pulang ngerti, kata ibu sama kakak ku wijaya. sudah kami berangkat ke sekolah Bu, dalam perjalanan ke sekolah ketemu teman-teman kami berangkat ke sekolah bersama, Oya Tika gimana keadaan kamu sudah sembuh kah? tanya Ita, OOO sudah aku bosan dirumah terus, aku pengen kesekolah. tahu tidak empat hari saya dirumah bosan tidak ada teman. mau ngapain tidak bisa kalau kesekolah kan enak bisa bertemu teman-teman jadi menyenangkan. sudah sampai di sekolah aku relakan tas aku dulu ya, aku mau belanja dikantin, yuk Tika kita ke belakang, eee Tika kamu sudah sembuh nak, kata ibu kantin, sudah Bu bosan saya dirumah, Cuba lihat OOO sudah kering sekarang jangan lagi main batu itu Tika jadi luka kepala nya. ibu kantin menyehatin kami semua. bel berbunyi saya masuk kelas, menurut ibu guru masuk kelas. assalamualaikum, wa'alaikumsalam ibu guru,,, pagi ini kita kedatangan orang baru, Tika kamu sudah sembuh? sudah ibu guru saya sudah sembuh buk. nah sekarang kalian semua tidak boleh lagi main batu iya,, kalau mau lempar batu lihat dulu jangan asal lempar saja, lihat Tika ia berlari tidak sengaja ada orang melempar batu lalu mengenai kepalanya, ini peringatan buat semuanya kalau bercanda jangan berlebihan gitu. kalau sudah terluka siapa yang tanggung jawab, ngerti semua? iya ibu guru. sekarang kita mulai belajar yang sudah bikin pr nya dikumpulkan, Tika kamu pinjam buku teman iya pelajaran yang tertinggal kamu bisa lihat di catatan teman mu. bel berbunyi waktu pulang, cuaca yang sangat panas membuat aku cepat lelah. Disana teduh kita istirahat dulu ya. saya melanjutkan perjalanan pulang akhirnya sampai di rumah, selesai ganti baju saya makan, kemudian aku ikut Uda ya kekebun bawa sapi, Tika nanti kepala kamu itu kena kayu ranting tambah parah kami dirumah saja, iya ayah. saya mencuci piring kemudian bantu ibu mengkupas singkong, setelah selesai saya cuci singkong hingga bersih kemudian saya masak didapur. saya mencuci piring kotor selesai masak kemudian saya mandi, menunggu waktu magrib saya mendengar radio. malam hari nya saya bantu ibu parut singkong untuk dibikin kerupuk singkong, saya bergantian sama kakak. besok wijaya bantu ibu iya jemur padi, ayah ke sawah cuaca bagus saya mau membakar jerami biar bisa di olah lagi sawahnya. iya ayah jawab wijaya, esok hari saya ikut membantu ibu menjemur padi saya. hari Minggu saya membantu ibu, hari ini cuaca panas padi yang dijemur pun kering, Alhamdulillah hari ini padinya kering. kakakku mengangkat padi di susun di gudang dengan rapi. sorenya saya masak dan ibu lagi duduk istirahat kecapekan dan kepanasan tadi jemur padi panas-panas. gimana padinya kering? kering yah cuaca bagus. besok Wijaya bantu ayah ke ladang iya kita ngambil kulit kayumanis, kan sudah libur sekolah. nanti hasilnya kita beliin tv baru, iya benar yah, iya listrik belum ada yah kan sekarang genset sudah ada jadi bisa kita nonton tv. Oya hore hore bisa nonton lagi,,,, malam hari nya saya dan semuanya ayah ibu sama kakakku membantu ayah membersihkan kulitmanis yang di ambil di kebun. tidak terasa sudah jam sepuluh malam semuanya selesai besok tinggal di jemur. padi hari nya saya bantu ibu jemur kulit manis, sedang kan ayah sudah berangkat ke kebun bersama Wijaya. selama liburan wijaya sama ayah mengupas kan kulit kayumanis. Tika jemur nya jangan terlalu lama iya. ayah berangkat dulu. Tika angkat kulit manis tu ke rumah, iya Bu. ibu bersihkan kotoran sapi dulu, ambil air setelah itu kasih sapi minum air, iya Bu. saya mengumpulkan kulit manis dirumah, saya mengambil air kasih sapi. masak ikan yang ada didapur iya ibu ngambil rumput untuk makan sapi dekat belakang rumah saja dekat, ayah lambat pulang sore nanti, iya Bu. sudah sore saya masak, setelah selesai masak saya nyuci piring kemudian mandi sambil mencuci baju yang kotor. ayah sama kakak sudah pulang, ibu mana Tika? tanya kakak ku, ibu ngambil rumput dibelakang Oya sudah Uda bantu ibu dulu. Wijaya bantu ibu ngambil rumput, mengangkat rumput-rumput dalam karung kerumah. ibu biar Wijaya saja yang ngangkat nya ibu. ibu masukin saja rumput-rumput nya kekarung. Oya Wijaya sudah pulang ayah, sudah ibu ayah mandi, iya sudah ini sudah ibu masuk rumputnya ke dalam karung, iya ibu biar saja di sana Wijaya antar yang ini dulu. Tika sudah masak nya sudah ibu, Oya bagus ibu mandi lagi. menunggu waktu magrib saya buka karung yang isinya kuli kayu manis, saya mengasur membersihkan nya, agar cepat selesai. lagi asyik nya sudah selesai juga setengah karung saya menghidangkan makanan untuk makan malam. saat nya makan malam, makan bersama menyenangkan. selesai makan bersihkan semua, selesai saya melanjutkan membersihkan kulit manis tadi, saya malam hari nya saya tidur ngantor tidur sudah jam sepuluh malam. *** bangun saya mencuci piring lalu mencuci muka. terus makan pagi, selesai makan saya menjemur kulit manis. Lalu saya membantu Wijaya mengambil rumput untuk makan sapi. Uda aku pulang duluan iya, mau ngangkat kulit manis lagi kerumah ibu diladang, iya hati-hati Tika. sampai dirumah duduk sebentar panas mana haus lagi, minum dulu baru angkat kulit manis kerumah. capek juga ya, ngambil rumput terus ngangkat kulit manis lagi. ini capek terasa sangat capek apalagi cuaca panas gini, kata saya dalam hati saya jadi ngomong sendiri. aduhhh,,,,, saya terpeleset di tangga menuju kerumah. semua kulit manis berserakan, saya harus ngumpulin lagi, kaki ku sakit aduh, sambil kesakitan saya membawa kulit manis kerumah. akhirnya selesai juga. saya duduk istirahat sejenak, sudah jam dua belas lewat saya lapar, saya makan siang bersama adik saya. saya duduk santai diteras rumah, Tika ambil kata ibu, iya Bu, ini sayur masak sayur ya. lalu saya pergi meletakkan sayuran tadi di dapur dan saya mencuci piring yang kotor, kemudian selesai mencuci saya masak, saya cuci sayuran nya dulu. saya giling cabe lagi asyik nya menggiling cabe, ibu minta dibikinin sambal lado. Tika bikin sambal lado ia,,,, selesai masak saya mencuci peralatan yang kotor, kemudian saya mandi. menunggu waktu magrib saya memutarkan kaset tips mendengar lagu-lagu daerah saya, saya suka senang. waktu itu tidak punya VCD karena zaman itu cuma ada kaset. ke esok harinya ayah membungkus kulit manis dalam karung, siangnya dibawa kepasar. ayah ke pasar dulu iya, saya bermain sama adik dan kakak ku di halaman rumah. lagi asyik bermain datang adek nenek dari pasar main kerumah. kemana ayah? ayah kepasar. ibu ada dirumah, kerumah lah kakek. iyaaa. kakek sama nenek kerumah, saya bermain sama anak-anak adek nenek yang masih kecil, sedang kan ibu masak buat makan-makan bersama keluarga nenek. kami bermain tebak-tebakan nama Bunga hahaha lucu. sudah sini semua kita makan, akhirnya kami makan bersama. senang itu yang saya rasakan saat ini. selesai makan kakek cerita menasehati saya sama kakak adik ku. kalian rajin-rajinlah belajar iya jangan sampai tidak sekolah, sekarang zaman kini masih mudah suatu saat zaman akan berubah kata Kakek sudah panjang lebar cerita Kakek tidak terasa sudah jam dua belas, iya sudah kakek pulang dulu iya, iya saya bersalaman sama kakek dan nenek saya di kasih jajan lima ribu. waktu itu uang lima ribu sangat besar bagi saya. waktu itu uang lima ribu dapat beli apa saja dibandingkan dengan sekarang jauh lebih tinggi, kalau sekarang uang lima ribu cuma dapat lima camam kue saja kalau dulu dapat banyak. tidak lama kemudian ayah pulang berselisih jalan dengan kakek tadi, saya melihat ayah bawa tv baru betapa senang nya. tadi ada kakek sama nenek cik datang ayah kami makan terus nenek ngasih uang untuk jajan, Oya mungkin itu mobil di bawah tadi yang nglason ayah. sekarang kamu bisa nonton dirumah lagi, tidak numpang nonton dirumah paman lagi, kata ayah. ayah sama Uda memasak tv dan parabola. akhirnya bisa nonton. nah ini sudah ada siaran nya, bisa nonton TV. iya terimakasih pak, iya sudah saya pamit pak ibu, Oya terima kasih sudah dipasang parabola nya. iya sama-sama. pertama saya nonton TV saya mencari film kesukaan saya, hehehehe itu Tika mulai nyari film India saja, aku saya Uda film Sahrul Khan itu artis idola ku. yah tidak ada film nya hari ini, hahaha ketawa wijaya kasian deh film nya tidak ada yeyeye sini remote kita lihat berita. lengkap sudah tv ada DVD ada bisa nyanyi ini, bisa itu ada VCD ayah beli dua buah. Coba putar. saya mencoba memutar CD dengan lagu daerah saya, senang saya suka. sore-sore saya mutarin lagu lagu daerah saya, saya menyanyikan sampai kedengaran sama ayah dan Uda kalau nyanyi suara jangan ditahan-tahan, hikhikhik saya ketawa gitu. Tika besok ibu kepasar beli perlengkapan untuk bikin warung ibu mau jualan makan kecil, ayah bikin warung tempat ibu jualan dekat dengan rumah jarak empat meter dari rumah dipinggir jalan. pagi hari saya asyik sama lagu daerah dan ayah sama Uda memotong kayu untuk bikin warung. setelah saya hidupkan musik saya ikut lihat ayah, saya bantu mengambil kayu kecil. adik saya membantu memegang kayu yang Uda potong. tak lama ibu pulang ini paku dan semuanya. lalu ibu ngasih CD ini lagu baru ibu beli dua CD, sini ibu aku mutarin iya, iya pergi sana. saya kerumah menukarkan CD yang baru ibu beli tadi lagu apa yaaa.. saya sambil membereskan belanjaan ibu tadi, saya membersihkan ikan untuk di goreng nanti. Tika antar ini ada kue kasih ke ayah bawa minum untuk ayah kakak adik mu, iya ibu tunggu sebentar kasih asam ikan dulu. oke.. mana ibu sini Tika antar pelan-pelan, ayah ini kue sama minum nya, iya letak saja di atas meja depan, jangan di letak di bawah dimakan anjing. Tika bantu pegang Disana, kata Wijaya kakakku, adik ku memegang kayu dengan ayah, iya sini Tika pegang. tiang warung pun sudah didirikan tinggal masang atap nya, sudah kita istirahat dulu Wijaya Amzal kita makan kue dulu sini, ayah duduk makan kue sambil melihat-lihat bisa kita pasang atapnya sekarang besok tinggal masang dinding, Wijaya bantu angkat atap ke ayah, ayah manjat ke atas dulu, hati hati nanti luka sama seng itu tajam. Wijaya memberikan atap seng ke ayah satu persatu, Tika tolong paku nya kurang, Oya ini pakunya ayah Uda tolong kasih ke ayah aku tidak sampai menjangkau ayah. Wijaya sini lagi, ambil tangga kayu itu letak Disana nanti ayah turun lewat sana, baik ayah. nah sudah di pasang atapnya, ini sudah sore besok lagi kita sambung kata ayah. saya membereskan semua, mengumpulkan potongan kayu yang tidak dipakai agar bersih. jam berapa sekarang tidak tahu ayah. wijaya bersih kan kandang sapi iya ayah masang dinding depan ini dulu. yahhh sudah besok lagi lah, saya kerumah mandi. selesai makan malam kami duduk nonton TV ayah bercerita, besok tinggal masang dinding pinggir pintu, dipagi hari wijaya bersihkan kotoran sapi, kemudian ia pergi mengambil rumput untuk makan sapi malam hari nya, ayah langsung ketempat warung sama ibu dan adik ku. saya membantu apa yang disuruh ibu, ayah memasang dinding saya sama ibu memasang dinding dibelakang. tak lama Wijaya datang membantu, ayah memasang pintu sedang kan Wijaya memasang dinding sebelah belum terpasang bersama adikku. sudah ayah sudah apa lagi yah? kata wijaya. itu bikin rak didalam sana sama ibu tanya ibu, ayah memasang pintu, Wijaya bikin rak didalam. saya mengumpulkan potongan kayu yang pendek ke pinggir, sudah akhirnya sudah selesai bikin warung tinggal di cat lagi, cat ada nanti bisa di cat. ayah merapikan rak-rak dan saya bikin lem dari tepung kanji untuk menempel kertas kalau sekarang namanya wallpaper untuk menempel di dinding agar tertutup celah kecil. lapar ini kata Uda, kita makan disini saja Tika bawa lah nasi ke sini kita makan sini saja, iya ayah, saya kerumah sama adik saya membawa piring nasi air minum semuanya di bawa kami makan siang di warung baru makan sudah jam satu siang. selesai makan saya membawa kembali kerumah perlengkapan makan tadi. mana piring-piring kotor saya langsung mencucinya. ayah masih membenahi warung. saya sendiri dirumah selesai mencuci saya memutarkan CD lagu dangdut. sudah jam setengah tiga saya memanaskan air putih terlebih dahulu untuk isi termos air. aduh sore ini bikin sambal apa yahhh ibu tidak ada ngomong lagi masak apa lah sore ini. ahh biarlah tunggu saja ibu kerumah ntar lagi. aku nyanyi dulu lah. air sudah matang saya isi termos kemudian saya bingung mau masak apa ibu tidak ada bilang masak apa. saya pergi ke warung, melihat warung sudah sembilan puluh persen waahh bagusnya. bagaimana Tika bagus tidak, tanya Uda bagus Uda. ibu masak apa sore ini? ooya jam berapa sekarang Tika sudah jam empat ibu. iya sudah sebentar lagi sini bantu ibu bersihkan sini. selesai bersih-bersih saya kerumah masak nasi dulu sambil nunggu ibu kerumah. sampai dirumah saya masak nasi terlebih dahulu. tidak lama ibu datang masak sambal. pagi ibu ke pasar tika ibu ke pasar iya belanja alat untuk isi warung, iya Bu, saya sama kakak adek-adek saya bersih-bersih merapikan warung. Uda duduk santai didepan warung, Tika besok kita letakkan bunga disini bagus Ndak, Oya besok lah kita tanam bunga dekat pagar biar cantik hehehe.. nah itu ibu pulang, wijaya langsung mengangkat barang ke dalam warung, ini susun yang rapi iya Tika, baik bos hehehe, alah kamu ini bercanda bos bos segala kata wijaya. bismillah saya menyusun kue kue, minuman besok boleh mulai jualan, semoga berkah. akhirnya selesai sudah menyusun semuanya sekarang bisa bawa kompor ini untuk masak mie.. aku kerumah iya uda, mau nyuci piring, mandi lagi ahhhh,, aku mau ke warung lah sore-sore duduk didepan warung, udah magrib yuk kita kerumah. kata wijaya. setelah shalat magrib kami makan malam bersama, selesai makan saya duduk nonton TV bersama sama. besok mulai buka warung, Tika jangan main-main lagi bantu ibu ya, mana tahu ada buatin kopi, mie rebus nanti tidak ada yang bantu ibu, kata ayah menasehati kami. tidur lagi sudah jam sembilan, iya sudah sana tidur, kata ibu. saya bangun pagi makan terus nyuci piring kotor,, bismillahirrahmanirrahim,,,, saya buka pintu warung, nyapu di halaman warung. dan tak lama datang lah tukang proyek yang bikin saluran air dipinggir jalan. ada kopi dek? ada pak pesan berapa pak? kopi enam gelas iya, nasi goreng ada nggak dek? ada pak. pesan nasi goreng enam, wahh baru buka Alhamdulillah pagi ini,,, ibu ada yang mesan nasi goreng enam, kopi enam, Oya Tika ambil termos dirumah iya lupa ibu bawa, itu kopi sudah ibu masukkan tinggal masuk airnya, kamu masukkan air terus antar keluar iya, baik Bu. pak ini kopinya, ooya terima kasih nak, nasi goreng nya lagi dibikin pak, iya nggak apa-apa. ini pak nasinya, wahh enak ini baunya harum. saya ngambil piring kemudian nyuci piringnya,, sudah Bu beres semua, bagus Tika. saya duduk diluar melihat orang memecahin batu, ternyata susuh jadi ga mecahin batu yaa, batunya besar di bakar dulu baru di pecahin, ooh gitu ya Uda iya gitu, kita lihat kesana boleh, tidak boleh Tika nanti kena pecahan batu kecil itu, kata wijaya kakakku. dek dek ada kopi di sana, ada om, pesan kopi iya lima bawa ke sini iya, iya om. Bu ada yang mesan kopi lima bapak yang Disana tu disuruh antar kesana Bu, wijaya tadi mana Tika, suruh wijaya antar kesana, kamu duduk disini saja nanti ada orang mau belanja susah ibu ini mau mie rebus ini belanja kue, kami sini saja iya Tika. saya duduk di warung ada bos nya proyek beli rokok, ada rokok Surya nak, ada pak kasi dua bungkus iya, ini duit nya nak, sisa uangnya ambil untuk kamu siapa namanya nak, Tika pak, iya ambil sisanya untuk Tika, terimakasih pak, kamu sudah sekolah nak? kelas berapa tiga SD pak, rajin-rajin belajar iya, boleh sukses bisa membahagiakan orang tua, sekolah nya dimana dibawah pak dekat simpang, Oya jauh ya pakai apa kesekolah? jalan kaki pak. kuat jalan sejauh itu, sudah terbiasa saja pak. bagus bagussss... baik bapak itu buk aku dikasih uang tadi bapak itu beli rokok sisa uangnya untuk aku buk. iya kan bapak itu bos tu banyak duitnya. iya sudah simpan uangnya di tabung kamu itu. buk bisa bikin kopi, Oya bisa berapa, sepuluh gelas buk. padahal hari sudah sore, mmm tidak apa-apa lah ini rezeki. buk Tika kerumah duluan iya, iya Tika masak lah iya ibu diwarung sama ayah tukang masih duduk di sini tidak enak ditutup. masak nasi dulu soalnya nasi lama nunggu masaknya, enak hidupin musik ini, musik full sore hari hikhikhik. baru buka pintu warung, tukang dah minta bikin kopi. dek,,, bikin kopi bisa! OOO iya pak berapa biasa lima, saya kerumah ngambil termos air panas, buk ada mesan kopi lima, iya ini Tika bawa termos sama gelas bersih ke warung, ibu bawa nasi mana tau ada yang makan mie pakai nasi. pak ini kopinya,,,, ada nasi goreng dek? ada pak mie rebus mie goreng ada, bapak pesan nasi goreng dua, tiga mie rebus pakai nasi putih iya. buk bapak itu mesan nasi goreng dua mie rebus tiga pakai nasi putih katanya buk, iya ntar buk bikin dulu kamu bantu ibu ambil daun bawang di polibek iya di samping. ini buk di iris, iya di iris, nah kamu hidupkan kompor yang satu itu coba lihat minyak nya dulu ada minyak tidak, masih banyak buk, ya sudah bikin mie rebus sana. ibu masak nasi goreng dengan kayu, aku masak mie pakai kompor minyak tanah,,, ini kamu antar nasi goreng nya dulu Tika, biar saja disana tunggu mendidih baru di masukan mie nya. pelan-pelan bawa nya awas jatuh, iya ibu. pak ini nasi goreng nya, iya letak saja sana dulu dekk, mie nya sudah, sudah pak tinggal di bawa saja lagi. Tika bawa tambahan nasi biar ibu bawa mie rebusnya panas berat susah kamu bawanya. naahh sudah datang pesanannya mari kita makan dulu lagi panas-panas ini enak makan. saya duduk didepan warung dengan santainya, sambil menunggu waktu sore, sore saya masuk rumah duluan nasi masak air terlebih dahulu, sambil duduk di jendela mendengar musik, hari ini hari libur, pagi-pagi kita buka warung bismillah,, saya menyapu halaman, sini Uda bakar s****h plastik. Tika buk kepasar iya catatan harga disini, rokok habis telur habis banyak yang habis, iya Bu. kalau ada mau kopi gimana aku nggak tahu takarannya, itu sudah ibu masukin masing-masing gelas nanti kamu tinggal masukin air panas saja. Oya jangan lupa mangkok diambil dirumah bawa ke warung lupa ibu bawa tadi. ibu cepat pulang kan cepat buk belanja nanti barang-barang ibu kirim sama ojek. jangan kemana-mana Wijaya nanti barang-barang ibu kirim ke ojek jangan main jauh tidak ada yang ngangkat. rokok Sampoerna tinggal empat rokok Surya tinggal dua harganya ini, Oyayaya heheee kena tika tidak ada aku baca catatan ibu harga rokok, ada harga rokok kamu tahu kan nanti takutnya orang beli rokok tidak tahu harga nya, tenang ada ibu tulis disini Uda. sekarang Uda ke sana dulu ya sama amrzal lihat alat berat, iya jangan lama-lama nanti ibu pulang, iya jam sembilan nanti ke sini ya. saya duduk diwarung sendirian dengan perasaan harap-harap cemas, semoga saja ibu cepat pulang. soalnya barang banyak kosong,,,, dek ada rokok clasmild tidak pak habis, ooya tadi ibu ke pasar ya, iya pak, oooya sudah nanti saja cepat pulang ibu kan, cepat cuma belanja barang yang habis saja. bikin kopi bisa dek bisa pak, bikin kopi enam antar kesana iya,,,, untung ibu sudah masukin takaran nya, ini kopinya pak, Oya letak di sana saja. jam berapa Tika, sekarang sudah jam sembilan lewat ibu belum pulang, sebentar lagi itu ibu pulang. nah itu ibu pulang, Oya bantu angkat barang nya. sini aku buka, aku menyusun ke rak-rak kue roti-roti, rokok. ini kasih wijaya sama adek kamu Tika, apa itu Bu ada sate makan lah, ayah mana, ayah disana, ya sudah makan kalian duluan ini untuk ayah. aku nyusun ini dulu,,, sudah tersusun rapi, aku makan sate lagi,, nyamnyam,,,, enak buk minta kerupuk boleh satu saja, boleh ambil lah, yeyeeye Tika minta aku ini. sudah kenyang, Tika kamu bersihkan ikan iya kasih garam sama asam ditutup bagus nanti dimakan kucing. nanti sore saja di goreng nya. ibu di warung takutnya nanti banyak yang mesan makanan, oke ibu, aku giling cabenya saja dulu iya buk nanti sore tinggal masak, iya iya pergilah. sampai dirumah hidupin musik, bersih ikannya lagi... selesai sudah jam satu siang saya makan nasi walaupun tadi sudah makan sate hehehe, dengar radio dulu lah oooya lupa sapi kasih sapi minum air putih dulu. sapi saatnya minum air yaaaa hahaa jadi ngomong sendiri sama sapi, dengar cerita dari radio lah baring-baring sambil dengar radio, cerita nya lagi asyik aku terlena lupa bawa nasi ke warung. Tika tikaaa aku tidak dengar akhir Uda kerumah. Tika dari tadi ibu manggil tidak dengarrrr, kamu ini mana nasi ayah mau makan, Oya lupa Uda ini nasi sambal, bawa kamu air ke warung tutup pintu. jangan lupa matikan radio... dia lupa buk asyik dengarin cerita dongeng di radio lupa, ini air minum buk. Ayuk makan sini, aku sudah makan ayah di rumah tadi, OOO pantas lah baring-baring dia ayah kekenyangan hahahaha. sudahlah tidak apa-apa, duduk sana ibuk makan dulu ya, iya buk. mana tahu ada yang belanja ibu lagi makan. Alhamdulillah,,, sini aku bawa kerumah yang kotor buk, iya itu disana ambil gelas bawa kerumah cuci yaaa. nyuci piring gelas kotor, panas gini enak mainin air, sudah ke warung lagi lihat apa lagi kalau kalau ada yang kotor. Tika sudah sore, kamu duduk diwarung iya ibu masak mau ganti baju, kalau ada apa-apa panggil ibuk. tukang sudah pulang semua saya pergi melihat ayah, lari sana sini, tinggal bos tukangnya belum pulang masih cerita sama ayah. duduk di warung sambil minum kopi, adek bapak minta snack-snack itu bawa sini, sekarang adek-adek duduk lah disini makan kue nya ayoo ambil saja dek, kenapa? takut ayah marah hahaha, tidak pak. sudah duduk sini Tika semuanya makan kue nanti bapak bayar semua yaa... baik bapak ini hehehe saya bicara dalam hati,,,, banyak beli kue yang makan malah yang jualan juga ikut makannya. sudah lima lewat bapak bos proyek masih duduk cerita sama ayah, saya tidak bisa menutup warung, mana gelap listrik masih belum masuk kesini, bapak bos akan mengusulkan agar listrik masuk sampai kesini. baik sekali bapak ini, jadi disini pakai apa lampunya, pakai genset pak, hidupnya jam enam baru hidup. nanti bapak coba usulkan mahal bayar genset dari pada bayar listrik. jadi satu genset besar untuk satu dusun yang ada disini, wahh susah juga kalau begitu. kalau rusak gelap lah, waduh memang lah susah juga begitu, masak pakai apa? pakai kayu pak. tapi enak lah nasi di masak pakai Bayu harum bau nasinya. kalau nonton TV malam saja. ia pak cuma malam saja bisa nonton tv. kalau ada minyak genset kecil kita hidupin siang sebentar untuk nonton tv. mudah mudahan saja nanti bapak ngusulkan bisa terkabulkan, Oya berapa semua dek, sisanya buat kamu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD