Amirra Savannah POV Azan subuh baru saja berkumandang dengan merdu. Membangunkanku dari mimpi lelah semalam. Lelah karena aku harus tidur di kasur kecil, berbagi tempat dengan badan besar Mas DGB. Secara kami masih baru masuk ke rumah baru kemarin sore. Tak ada waktu untuk beberes karena Mas Dyo terlanjur dipanggil komandan. Dia sibuk sendiri karena persiapan seleksi untuk lomba menembak itu semakin dekat. Serasa waktu 24 jam itu sangat kurang. Aku bangun dari posisi tidur lantas menggelung rambut panjang. Kulirik Mas Dyo di sebelah kanan sedang tidur sambil memeluk guling. Menambah sempit ruang di antara kami. Mengapa tidak memelukku kan? Aku marah karena semalam dia menindih rambutku. Hingga dia harus mau memeluk guling karena aku ogah masuk ke pelukannya. Kasihan j

