CHAPTER 29 HARI BERSAMA KENYA “Oh, jadi ini salon kamu.” Brendon menatap sekitaran, bangunan mungil dengan hiasan ala-ala salon kebanyakan. Serta merta alat-alat kecantikan seperti make up, catok, dan sebagainya. “Bagus, sederhana tapi elegan.” “Yah, begitulah.” Brendon mengambil kursi yang ada di sana, mempersilakan istrinya duduk dan ia lalu duduk di kursi seberangnya. “Aku suka make up, tapi yah enggak terlalu ahli. Kamu punya pegawai?” Kenya menggeleng. “Enggak, aku gak nyewa mereka.” “Lho, kenapa gak nyewa mereka? Oh, modalnya gak cukup? Kalau begitu kita pake uang—” Kenya menggeleng lagi. “Jangan.” Brendon mengerutkan kening. “Biar kamu aja bantu aku, dan aku ajarin kamu teknik aku make up. Aku gak mau ada orang asing megang hal di sini, aku takut ngecewa

