CHAPTER 16 Sebuah terompet yang berbunyi nyaring di gendang telinga membuat Brendon yang tadi tenang dalam tidurnya terperanjat bangun. Ia menemukan empat istrinya mengitarinya yang masih di atas kasur di mana Talitha menjadi biang yang meniupkan kericuhan padanya. Ia meniup di lubang tangannya yang mengepal, lalu ke telinganya kiri dan kanan. “Jangan males-malesan, sebelum mandi dan sarapan cepet lari keliling rumah tujuh kali!” kata Bella tegas. Mata Brendon melingkar sempurna. “Ta-tapi—” “Gak ada tapi-tapian!” Carla menimpali. “Ini jadwal yang sudah ditentukan, olahraga rutin.” Brendon ingin protes, hanya saja tatapan keempat istrinya membuatnya ciut hingga menenggak saliva. Ia langsung bangkit dari kasur, berlari keluar di mana Carla dan Talitha langsung mengek

