Di kantor, Nayla tak bisa menghapus bayangan Toni dan ciumannya yang mengesalkan. Pria itu bahkan tak mau repot-repot untuk bertanya. Oke, Nayla mengerti. Toni mabuk. Mabuk! Nayla bahkan masih bisa merasakan rasa minuman yang menempel di bibir Toni. Menyebalkan. Sangat menyebalkan. Nayla menjaga bibirnya untuk calon suaminya, ralat, belahan jiwanya dan kini semuanya hancur berantakan. Tak ada ciuman pertama yang romantis. Lupakan mengenai pelukan hangat saat seseorang mengecup lembut bibir kekasihnya. Nayla juga tak perlu repot-repot menyucikan bibirnya. Tak ada antiseptik yang ampuh menghilangkan bakteri Toni. “Nayla,” panggil Rei. “Apa?” bentak Nayla. Sebenarnya wanita itu tak bermaksud menyerang Rei dengan semburan naga, namun Rei memang sedang tidak beruntung dan harus membiasakan d

