Bab 17: Perangkap Masa Lalu

1566 Words

Pastikan kalian sudah melaksanakan sholat wajib kalian sebelum membaca! Amalia Zuhur siang ini terasa sangat beda. Bagaimana tidak? Allah memberi petunjuk kepada mereka untuk kembali ke jalannya. Saat kami kembali ke kelas, Karim -si murid baru- melewati kami dan dia menghalangi jalan kami. "Aku ingin bicara sebentar," ucapnya. "Apa mau mu?” tanya Luna, seperti biasa dengan nada setengah kasar. "Begini, kalian berdua yang ada di lomba matematika itu kan?” tanya nya ke arah ku dan Luna. "Iya," jawab ku lembut. "Kalian masih ingat siapa aku sebenarnya?” tanya nya ke arah ku dan Luna. "Kau Abdul Karim dari SMA Empat Cahaya. Dua tahun lalu kau juga mengikuti lomba itu," jawab ku menahan air mata. Kenapa pertanyaan itu harus di tanyakan? Itu sangat menyakiti! Tabah Lia! "Berarti kali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD