Vanya jatuh sakit setelah kepergian tunangannya, dia tertekan dan terus menolak fakta jika Arland sudah pergi meninggalkannya. Bahkan makanan yang masuk pun keluar kembali karena pencernaan Vanya seakan ikut menolak. Akhirnya maag Vanya kumat karena makan tidak teratur, terlebih dengan kondisi seperti sekarang yang membuatnya tampak sangat berantakan, termasuk menolak semua orang yang ingin menemuinya. Vanya hanya ingin sendirian, dia masih terbayang-bayang senyuman tunangannya yang manis. Ia merasa bersalah pernah memperlakukan Aland dengan tidak baik, termasuk menyesali semua tingkah kekanakannya selama ini. Tetes air matanya sudah tak terhitung lagi saat merasakan kesedihan, amarah, kecewa. Namun, dia tak berhak merutuki takdir mereka. “Hikss,” tangis Vanya kembali keluar saat dia m

